Kepentingan Stakeholder dalam Perumusan Kebijakan (Studi Kasus Perda RT/RW Provinsi Riau No 10 Tahun 2018)

Main Article Content

Syahri Ramadhani Sinuraya
Ali Yusri
Muchid Muchid

Abstract

The purpose of this study is to see how the roles and interests of stakeholders in a policy. Riau Province Regional Spatial Planning Regulation No. 10 of 2018 is a policy that is really needed by the Riau Provincial Government, especially in an effort to regulate how the spatial planning of areas and land in Riau Province should be. The large number of actors involved in the formulation of the Regional Regulation on Regional Spatial Planning for Riau Province resulted in the formulation process taking quite a long time and this became the author's analysis for formulating research problems. Based on the results of stakeholder identification, it shows that there were 9 stakeholders involved in the process of formulating the Riau Province Regional Regulation on Regional Spatial Planning, both at the national and regional levels, consisting of four key stakeholders who were all from central government agencies, two main stakeholders consisting of government agencies. regions, and two supporting stakeholders consisting of Non-Governmental Organizations and Corporations. Analysis of the interests and influence of stakeholders involved in the process of formulating the Regional Regulation on Regional Spatial Planning for Riau Province was categorized based on the level of interest and influence, namely the Ministry of Environment and Forestry and the Ministry of Home Affairs which were included in the key player category from the results of the analysis. Then the Ombudsman and the Ministry of Public Works are included in the context setters category, and the last is the subject category which includes the Riau Provincial Government, the Riau Provincial DPRD, Walhi, Jikalahari, and corporations whose land is included in the forest area in the Regional Regulation on the Riau Province RTRW.

Article Details

How to Cite
Sinuraya, S., Yusri, A., & Muchid, M. (2023). Kepentingan Stakeholder dalam Perumusan Kebijakan (Studi Kasus Perda RT/RW Provinsi Riau No 10 Tahun 2018). Journal on Education, 5(2), 2659-2670. Retrieved from https://jonedu.org/index.php/joe/article/view/910
Section
Articles

References

(Eyes on Forest. (2018). ‘ Legalisasi ’ perusahaan s awit melalui Holding Zone dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau ( RTRWP ) 2017-2037 Area tak dibebankan izin di 17 kebun sawit bukanlah lahan peruntukan rakyat. 2017–2037.
(Jikalahari. (2017). Naskah Publik Review Ranperda RTRWP Riau 2017-2037. https://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better-mfi-results
(Peraturan Menteri Dalam Negeri. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri.
(Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.
(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2009). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 15/Prt/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi.
(Peraturan Ombudsman RI. (2010). PERATURAN OMBUDSMAN RI NO. 004 TAHUN 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dilingkungan Ombudsman Republik Indonesia.
(Undang-Undang Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. In Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
(Undang-Undang Republik Indonesia. (2007). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
(Undang-Undang Republik Indonesia. (2014). Undang-undang republik indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dengan.
Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
Darmawati, D., Saleh, C., & Hanafi, I. (2016). Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Tribhuwana Tunggadewi, 4(2), 42457.
Fitri Mutmainah, N., & Katon Mahendra, G. (2019). Collaborative Governance Program GenRe Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi di Provinsi DIY. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 5(1), 1–6.
Fontaine, C. (2006). The Stakeholder Theory.
Hakim, A. L. (2019). Analisis Aktor Yang Berperan Dan Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Tata Ruang : Studi Di Kabupaten Pandeglang. The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 5(1), 1–16.
Handoyo, E. (2012). Kebijakan Publik. Widya Karya.
Imran, S. Y. (2013). Fungsi Tata Ruang Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Kota Gorontalo. Dinamika Hukum, 18(3), 457–467.
J. Moleong, L. (2004). Metodologi Penelitian Kualitati2. PT Remaja Rosdakarya.
Lukman S, A., & Murtadho D, Z. (2017). Determinan Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Ban Umum Syariah di Indonesia. Jurnal Dinamika Akuntansi Dan Bisnis. Vol 4 No 2.
Muhadjir, N. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rakesarasin.
Nugroho, R. (2013). Metode Penelitian Kebijakan. Pustaka Pelajar.
Nurbaya, S. (2017). Salinan Laporan Perkembangan Persoalan RTRWP Riau. Www.Sitinurbaya.Com.
Nurfatriani, F., & Nurrochmat, D. R. (2015). Analisis Pemangku Kepentingan Dalam Transformasi Kebijakan Fiskal Hijau. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 12(2), 105–
Nurtjahkawilasa, Kartodihardjo, H., Nurrochmat, D. R., & Justianto, A. (2015). Analisa Pemangku Kepentingan Kebijakan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kehutanan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 12(3), 235–248.
Prasetyo, B. (2012). Orientasi Aktor dalam Perumusan Kebijakan Publik. European University Institute, 2, 2–5.
Pritasari, L. A., & Kusumasari, B. (2019). Actor Intervention in Influencing Environmental Policy Formulation: The Case Study of Shrimp Farming Relocation Policy in Yogyakarta. Jurnal Borneo Administrator, 15(2), 179–198.
Suparto, S. (2019). Pembentukan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau: Dinamika dan Permasalahannya. Jurnal Selat, 6(2), 196–212.
Suprapto, S., Awang, S. A., Maryudi, A., & Wardhana, W. (2018). Kontestasi Aktor dalam Proses Revisi Rencana Tata Ruang Provinsi (RTRWP) di Indonesia (Studi Kasus: Revisi RTRW Provinsi Riau). Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(3), 193.
Sutopo. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. UNS.
Taufiqurohkhman. (2014). Kebijakan Publik: Pendelegasian TanggungJawab Negara Kepada Presiden Selaku Penyelenggara Pemerintahan. Fakultas Ilmu Soisal dan Politik Uniersitas Moestopo Beragama.
Winengan. (2016). Kuasa Aktor Dalam Perumusan Kebijakan Publik Di Aras Lokal ( Studi Pada Kebijakan Pembebasan Lahan Kawasan Mandalika Resort di Lombok ) Winengan Universitas Islam Negeri Mataram. Jurnal Review Politik, 06(2), 367–387.
Wirasaputri, N. M. (2014). Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang dalam Kaitan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang Dalam Kaitan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup The Process Of Spatial Planning Arrangement In Relation To Environmental Function S. Th. XVI, 62, 129–146.
Wirosoedarmo, R., Bambang, J., Widiatmono, R., & Widyoseno, Y. (2014). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Berdasarkan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan. Jurnal AGRITECH, 34(4), 463–472.