Interferensi Bahasa Sunda dalam Tuturan Bahasa Indonesia Masyarakat Kampung Cileutik

Main Article Content

Suci Rengganis
Retty Isnendes

Abstract

This study was conducted considering that bilingual people are prone to making mistakes or confusion in using B1 structures into B2 or vice versa which causes confusion in the language structure used. Ambiguity or interference is a bad language attitude so it should not be allowed to be protracted. In conducting this research, the researcher used descriptive analysis method with data collection techniques in the form of observation and interview. The results of this study show that interference still occurs frequently, especially in the lexical field in the form of the inclusion of respondents' Sundanese vocabulary into Indonesian speech. The factors causing the interference are due to the lack of vocabulary mastery of Indonesian (B2) and habits that are carried out in speech. This cannot be avoided by bilingual communities, but it can be minimized by fostering awareness of good language in accordance with the language structure.   

Article Details

How to Cite
Rengganis, S., & Isnendes, R. (2024). Interferensi Bahasa Sunda dalam Tuturan Bahasa Indonesia Masyarakat Kampung Cileutik. Journal on Education, 7(1), 817-825. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6590
Section
Articles

References

Alwasilah, A. C. (1985). Beberapa Madhab dan Dikotomi Teori Linguistik. Angkasa.
Aslinda dan Syafyahya, L. (2014). Pengantar Sosiolinguistik. PT Refika Aditama.
Bawa, I. W. (1981). Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Udayana.
Chaer, Abdul dan Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik. PT Rineka Cipta.
Fitri, F. D. A. S., & Sinta Rosalina. (2022). Interferensi Bahasa Sunda Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Saat Berkomunikasi di Acara Anak Sekolah Episode ‘Nur Gemilang Ribut Sama Aci’ Part 1. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 392–402. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.225
Isnendes, R. (2019). Nagrak Slang Language in the District of Sukabumi: Sundanese folklore study. 257.
Masitoh, I. S., & Nurjanah, N. (2019). Kata Tugas Bahasa Sunda dalam Karangan Laporan Peristiwa. Lokabasa, 10(2), 149–160. https://doi.org/10.17509/jlb.v10i2.21362
Poedjosoedarmo, S. (1978). Interferensi dan Integrasi dalam Situasi Keanekabahasaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Rachmiaty, W. N., & Nurjanah, I. (2019). Interferensi Bahasa Sunda dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Saat Berkomunikasi pada Siswa MTs. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2(1), 9–14.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Yusuf, S. (1994). Teori Terjemah : Pengantar ke Arah Pendekatan Linguistik dan Sosiolinguistik. Mandar Maju.
Yusyama, A. Y., Rahayu, M., Hoirul, B., Mesin, J. T., & Jakarta, P. N. (2022). Interferensi Bahasa Sunda dalam Pemakaian Bahasa Indonesia pada Tuturan Lisan Mahasiswa Program Studi D-III Teknik Mesin. 1(1), 124–129.