Implementasi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Melalui Metode Habituasi Di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8

Main Article Content

Arif Suhendri
Meriyati Meriyati
Yahya Yahya

Abstract

Pendidikan karakter dewasa ini memiliki urgensi yang penting dalam memperbaiki moralitas anak bangsa, maka dari itu penanaman nilai pendidikan karakter harus dilakukan dengan metode yang tepat salah satunya metode habituasi seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri Kampus 8 dengan output yang positif. Sayangnya deskripsi mengenai tahapan mulai dari perencanaan pelaksanaan dan evaluasinya masih belum terdeskripsikan sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguraikan aspek perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dalam penanaman nilai pendidikan karakter melalui metode habituasi di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif  deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman nilai pendidikan karakter melalui habituasi dilakukan dalam tiga tahap yaitu : 1) perencanaan, dimulai dengan merencanakan pembeajaran bermuatan nilai karakter di kelas pada materi pondok dan kegiatan penunjang pembelajaran 2) pelaksanaan dengan memasukan atau mengintegrasikan nilai karakter sebagai salah satu tujuan dan muatan yang harus dicapai pada setiap pembelajaran serta memasukkan muatan nilai karakter dalam kegiatan kepramukaan, ekstrakulikuler, keislaman, kebahasaan dan organisasi. 3) tahap evaluasi dalam penanaman nilai pendidikan karakter dilakukan dalam bentuk evaluasi harian, mingguan, bulanan dan semester di kelas maupun pada kegiatan diluar kelas. Proses habituasi yang dilakukan ini bersifat integratif, rutin dan bersifat memaksa sehingga dengan tindakan tersebut habbit atau kebiasaan santri akan menghasilkan karakter yang mulia.

Article Details

How to Cite
Suhendri, A., Meriyati, M., & Yahya, Y. (2024). Implementasi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Melalui Metode Habituasi Di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Journal on Education, 7(1), 743-752. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6401
Section
Articles

References

Adawiyah, S. (2018). Pentingnya pendidikan karakter pada anak. Prosiding Seminar Dan Diskusi Nasional Pendidikan Dasar 2018, 347–351. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/psdpd/article/view/10159
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Azwar, W. (2023). Pembentukan Karakter Moral Peserta Didik melalui Pendekatan Habituasi. Seminar Nasional Paedagoria, Vol. 3, 50–58.
Borualogo, I. S., & Gumilang, E. (2019). Kasus Perundungan Anak di Jawa Barat: Temuan Awal Children’s Worlds Survey di Indonesia. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(1), 15–30. https://doi.org/10.15575/psy.v6i1.4439
Efendi, R., & Ningsih, A. R. (2020). Pendidikan Karakter di Sekolah. Penerbit Qiara Media.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. HUMANIKA, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Firmansah, K. (2019). Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Habituasi. Journal Irfani, 13(1), 131–138.
Hadari., N. (2007). Metode penelitian Bidang Sosial (1st ed.). Gadjah Mada University Press.
Jaya, F. (20219). Perencanaan Pembelajaran. UIN Medan.
Karlina, L. (2020). Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Jurnal Edukasi Nonformal, 147–158.
Keraf, F. M. P., & Komalasari, K. (2019). Habituasi untuk Menguatkan Karakter Nasionalisme Peserta Didik Wilayah Perbatasan pada Abad 21. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 4(1), 15–25. https://doi.org/10.21067/jmk.v4i1.3349
Kesuma, U. (2020). IMPLEMENTASI TUJUAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI MTs PATRA MANDIRI PLAJU KOTA PALEMBANG. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 146–180. https://doi.org/10.24235/tarbawi.v5i2.6387
Kuntari, S. (2019). RELEVANSI PENDIDIKAN IPS DALAM ARUS GLOBALISASI. Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika, 5(1), 25. https://doi.org/10.30870/hermeneutika.v5i1.7389
Kusuma, S. P., Bahri, & Tati, A. D. R. (2021). Narasi Pancasila dan Tujuan Pendidikan Nasional dalam Sejarah Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Pattingalloang, 8(1), 11–20.
Listiana, Y. R. (2021). Dampak Globalisasi Terhadap Karakter Peserta Didik dan Kualitas Pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1544–1550.
Makkawaru, M. (2019). Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan dan Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Konsepsi, 8(3), 116–119. https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/8
Masyitoh, M. H. (2019). Habituasi Peserta Didik Melalui Program Wali Asuh Dalam Membentuk Karakter Santri Pondok Pesantren. HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 309–340.
Matlani, & Khunaifi, A. Y. (2019). Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Jurnal Ilmiah Iqra’, 13(2), 81–102.
Mukti, F. D. W., & Nurchayati. (2019). Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency): Sebuah Studi Kasus Pada Remaja Laki-Laki Yang Terjerat Kasus Hukum. Jurnal Penelitian Psikologi, 06(01), 1–9. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/26982
Pelawi, J. T., Idris, & Is, M. F. (2021). Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini (di Bawah Umur). Jurnal Education and Development, 9(2), 562–566. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/2792
Rahman, A. (2022). Habituasi Karakter Religius dan Kerja Keras Terhadap Anak Pada Keluarga Petani di Desa Bulutellue. Al-Aufa: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman, 4(1), 66–83.
Revalina, A., Moeis, I., & Indrawadi, J. (2023). Degradasi moral siswa dalam penerapan nilai-nilai pancasila ditinjau. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 53–62. https://doi.org/10.21831/jpka.v14i1.57131
Rukiyati, R. (2020). Tujuan pendidikan nasional dalam perspektif Pancasila. Humanika, 19(1), 56–69. https://doi.org/10.21831/hum.v19i1.30160
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development R&D). Alfabeta.