Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen Mencegah Intoleran Pada Remaja

Main Article Content

Harun Batlajery
Yusly Pentury
Samuel Sopacua
Yance Z Rumahuru

Abstract

Toleransi merupakan sikap yang menantang perbedaan antar manusia. Sikap toleran seperti itu dapat merugikan kesejahteraan umat Hindu secara berbangsa dan bernegara. Terkait dengan hal tersebut adalah berbagai kontradiksi antara agama dan budaya yang ada di masyarakat dan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji sejauh mana upaya guru pendidikan agama Kristen dalam mencegah intoleransi dengan mengembangkan pemahaman moderasi beragama. Hasil analisis guru agama kristen mencegah intoleransi remaja dengan menanamkan pemahaman moderasi beragama sebagai proses pembelajaran yang diberikan guru PAK dengan harapan dapat mengembangkan sikap hormat tanpa membedakan ras, keyakinan, golongan, suku, budaya, asal usul, bahkan status ekonomi. Yang paling penting adalah saling menghormati. Karena kita adalah bagian dari negara Indonesia yang walaupun berbeda namun tetap satu.

Article Details

How to Cite
Batlajery, H., Pentury, Y., Sopacua, S., & Rumahuru, Y. Z. (2024). Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen Mencegah Intoleran Pada Remaja. Journal on Education, 7(1), 202-213. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6304
Section
Articles

References

Haryani, E. (2019). Intoleransi Dan Resistensi Masyarakat Terhadap Kemajemukan: Studi Kasus Kerukunan Beragama Di Kota Bogor, Jawa Barat. Harmoni, 18(2), 73–90. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.405
Herlin, H., Nurmalasari, A., Wahida, W., & Mamonto, M. A. W. W. (2020). Eksplorasi Nilai-Nilai Sipakatau Sipakainge Sipakalebbi Bugis Makassar Dalam Upaya Pencegahan Sikap Intoleransi. Alauddin Law Development Journal, 2(3), 284–292. https://doi.org/10.24252/aldev.v2i3.16997
Iwan Ridwan, A. (2022). Persepsi dan Pengamalan Moderasitberagama dalam Mengembangkan Sikap Sosio-Religius dan Toleransi Beragama di Perguruan Tinggi Umum. JAWARA-Jurnal Pendidikan Karakter, 9(character education based on Religious Education, Pancasila and Citizenship Education, Indonesian Language Education, Cultural Studies, Food Security and other related fields.), 42–72.
Khairul, A. (2021). Moderasi Beragama Perspektif Agama-Agama di Indonesia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2).
Rahadi, D. R. (2017). Perilaku Pengguna Dan Informasi Hoax Di Media Sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 58–70. https://doi.org/10.26905/jmdk.v5i1.1342
Santoso, G., & Rahman, H. F. (2022). Pudarnya Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat. Jupetra: Jurnal Pendidikan Transformatif, 1(2), 11–17.
Shofiyyah, N. A., Komarudin, T. S., & Ulum, M. (2023). Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Praktik Kepemimpinan Pendidikan: Membangun Lingkungan Pembelajaran yang Berdaya Saing. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 66–77. https://doi.org/10.19109/elidare.v9i2.19383
Sipuan, S., Warsah, I., Amin, A., & Adisel, A. (2022). Pendekatan Pendidikan Multikultural. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 815. https://doi.org/10.37905/aksara.8.2.815-830.2022
Viani, N., & Arifianto, Y. A. (2022). Kompetensi Profesional Guru dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.38189/jan.v3i1.250