Pengembangan Media Video Tutorial Zero Waste Pattern Blus Banesa Melalui YouTube

Main Article Content

Niluk Rozalia Asyari
Irma Russanti

Abstract

Textile production waste is the largest waste contributor. With the innovation of the zero waste pattern, it can reduce waste from textile production. YouTube is a very interesting platform so that with an educational video tutorial on making the zero waste pattern blouse with banesa batik, it can direct YouTube users to wear clothes that have minimal waste processing. The purpose of this study was to find out 1) the validity level of the tutorial video for making zero waste pattern blouses using Unesa batik basic materials 2) to find out the response of YouTube users to the video tutorial for making zero waste pattern blouses using Unesa batik basic materials. The research method used is research and development (Research and Development) with the ADDIE development model. The data collection technique in this study used the validity test method to determine the validity level of the video tutorial on making zero waste pattern blouses using Unesa batik as the basic material. Based on data analysis techniques, the results showed that 1) the level of validity reviewed by material experts scored 76.92% and by media experts it was 85% with an average of 81% included in the "very feasible" category 2) response YouTube users get an average value of 82.5% from 50 YouTube user respondents. Thus, it can be concluded that the tutorial video for making zero waste pattern blouse patterns using Unesa batik as the basic material is "very feasible" to be used as media and gets a "very good" response from YouTube users.

Article Details

How to Cite
Asyari, N., & Russanti, I. (2023). Pengembangan Media Video Tutorial Zero Waste Pattern Blus Banesa Melalui YouTube. Journal on Education, 6(1), 1848-1859. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3164
Section
Articles

References

A, P. & Yulistiana, D. (2018). Pengaruh Penerapan Zero waste Fashion Design Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa dalam Mewujudkan Sustainable Fashion. Jurnal Tata Busana, 8(2), 148-158.
Arsyad, A. (2016). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya. Bandung: PT Remaja Rosda karya.
Asti M. dan Ambar B. Arini. (2011). Pemetaan Kesulitan Belajar Memasuki Pendidikan Tinggi pada Mahasiswa Asal Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Kebumen. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 1(1), 1-8.
Asti, M., & Arini, A. B. (2011). Analisis Semiotik Batik Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 2(1), 1-12.
Bates, T. (2019). Teaching in a digital age: Guidelines for designing teaching and learning for a digital age. Tony Bates Associates Ltd.
Dewi, N. R. (2018). Peningkatan Penguasaan Konsep Fisika melalui Penerapan Media Pembelajaran Video Interaktif pada Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4 Denpasar. E-Jurnal Matematika dan Sains, 3(2), 98-108.
E-Learning Industry. (2022). How To Create Effective Tutorial Videos: Tips And Tricks.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Pedoman Penyelenggaraan Tutorial Tahun Akademik 2016/2017. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Lisbijanto, Herry. (2013). Sintesis Bahan Pewarna Alam dan Aplikasinya. Yogyakarta: ANDI.
Maulana, R. (2019). Pengembangan Modul Tutorial untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Mahasiswa Calon Guru. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 5(1), 1-10.
Mayer, R. E. (2014). Cognitive theory of multimedia learning. The Cambridge Handbook of Multimedia Learning, Second Edition, 43-71.
Mayer, R. E. (2019). How Multimedia Can Improve Learning and Instruction. International Encyclopedia of Education, 4th Edition, 135-141.
Munadi, Y. (2013). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Munir, R. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Nursari, D. A., & Hervianti, A. (2017). Pengaruh Komposisi Serat Terhadap Kualitas Kain Tenun Ramah Lingkungan. Jurnal Mode dan Tekstil, 4(1), 27-34.
Prastowo, Andi. (2020). Kreatif Mengembangkan Bahan Ajar Inovatif: Pedoman Bagi Guru dalam Pengembangan Bahan Ajar yang Efektif dan Menarik. Diva Press.
Rasyid Hardi Wirasasmita, Jurnal Education Vol. 10 No. 2, Desember 2015, Hal. 262-279 Yupi Kuspandi Putra)
Rissanen, T., & McQuillan, H. (2015). Zero waste Fashion Design. Bloomsbury Publishing.
Saputra, M., Hidayat, T., & Mulyadi, D. (2020). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Video Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kimia di SMA. Jurnal Pendidikan Kimia, 12(1), 73-80.
Suherman, E. (2015). Pengaruh Pembelajaran Tutorial Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 43-54.
Suryani, E., Erwin, E., & Elvira, L. (2018). Pemanfaatan Video Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Fisika Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 4(3), 202-204.
Utomo, Y. D., & Ratnawati, A. (2018). Penerapan Video Tutorial untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Membuat Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Vokasi, 8(1), 69-79.
Wiarto, A. (2016). Desain Media Pembelajaran: Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widagdo. (2017). Teknik Zero waste dalam Desain Produk Fashion. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 2(2), 1-10.
Wirasasmita, D., & Putra, D. T. (2018). Analisis kebutuhan penggunaan video tutorial sebagai media pembelajaran mandiri. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Fisika, 4(2), 37-44.
Yuanta, Y. (2020). Pemanfaatan Video Tutorial Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman di Perguruan Tinggi. Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa, 13(2), 93-103.