PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIAMATERI POKOK STRUKTUR ATOMBERBASIS INKUIRI TERBIMBING

Main Article Content

Tri Saslina Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia
Mawardi Mawardi Universitas Negeri Padang, Indonesia
Latisma Dj Universitas Negeri Padang, Indonesia

Abstract

Type of research is the research and the development (R & D) to develop chemistry learning modules for the main material atom structural based guided inquiry and to explain about validity, practicality and effectiveness of the resulting module. Expansion model used is 4-D model. The development begins with analyzing the front end, the students, the tasks and the analysis of the concepts. It’s been continued by designing chemistry learning modules based on guided inquiry. Then the module developed through a development stage such as validation and revision based on validator comments to get valid learning module to be tested in the field. The valid learning module was tested to the students to explain the module practicality and effectiveness. The result of the data analysis showed that the learning module was valid with the average value of kappa moment 0,73. Practicality module was shown by the result of data analysis of questionnaire for teacher response with kappa moment value 0,85 and the questionnaire for student response with kappa moment 0,80. Based on the result of this study, it can be concluded that the learning module was valid and practical to use in chemistry learning. The effectiveness test showed that the average value of students’ understanding was 82,31.


Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia pada materi pokok struktur atom berbasis inkuiri terbimbing dan mengungkapkan validitas, praktikalitas, dan efektifitas dari modul yang dihasilkan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D. Pengembangan diawali dengan melakukan analisis ujung depan, siswa, tugas, dan analisis konsep, dan dilanjutkan dengan perancangan modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing. Setelah selesai dirancang, modul pembelajaran melalui tahapan pengembangan berupa validasi dan revisi dari validator untuk mendapatkan modul pembelajaran yang valid untuk dilakukan ujicoba di lapangan. Modul pembelajaran yang telah valid diujicoba pada siswa untuk mengungkap kepraktisan dan keefektifannya. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan hasil analisis data menunjukkan bahwa modul pembelajaran valid dengan skor rata-rata momen kappa sebesar 0,73. Praktikalitas modul ditunjukkan oleh hasil analisis data angket respon guru dengan momen kappa sebesar 0,85 dan angket respon siswa dengan momen kappa sebesar 0,80. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan sangat valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran kimia. Hasil uji efektifitas modul menunjukkan bahwa berupa nilai rata-rata pemahaman siswa sebesar 82,31.

Article Details

How to Cite
Saslina, T., Mawardi, M., & Dj, L. (2019). PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIAMATERI POKOK STRUKTUR ATOMBERBASIS INKUIRI TERBIMBING. Journal on Education, 1(4), 764-773. Retrieved from http://jonedu.org/index.php/joe/article/view/244

References

Alfirahmi, A. (2018). Pengembangan Modul Termokimia Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Eksperimen untuk Kelas XI SMA/MA. Menara Ilmu, 12(12).

Badlisyah, T., & Munawwarah, W. (2018).Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Materi Struktur Atom Berbasis Al-Quran di SMAN 1 Aceh Barat Daya. Lantanida Journal, 5(2), 133-144.

Boslaugh, S., & Watters, P. A. (2008). Statistics in a Nutshell: a Desktop Quick Reference. Sebastopol, CA: O’Reilly Media Inc.

Dahar, R. W. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Hanson, D. M. (2006). Instructor's Guide to Process-Oriented Guided-Inquiry Learning. Lisle, IL: Pacific Crest.

Hanson, D. M. (2005). Designing Process-Oriented Guided-Inquiry Activities. Stony Brook: Pacific Crest

Isworini, I., Sunarno, W., & Saputro, S. (2015). Pengembangan Modul Pembelajaran Hidrolisis Garam Berbasis Model Inkuiri Terbimbing (Guidedinquiry) untuk Siswa Madrasah Aliyah Kelas XI. Inkuiri, 4(3), 9-20.

Mawantia, T., Fajaroh, F., & Afandy, D. (2013). Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) pada Pokok Bahasan Reaksi Oksidasi Reduksi untuk Siswa SMK Kelas X. Jurnal Online Universitas Malang, 2(2), 1-8.

Najihah, S. (2014). Pengembangan Model E-Book Interaktif Termodifikasi Majalah pada Materi Struktur Atom (Development Model Of Interactive E-Book Magazine Modification On The Material Atomic Structure). UNESA Journal of Chemical Education, 3(3).

Nurhidayah, R., Irwandi, D., & Saridewi, N. (2015). Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non-Elektrolit. EDUSAINS, 7(1), 36-47.

Rochmad. (2011). Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika. Semarang: Unnes.

Sari, R. A., Saputro, S., & Saputro, A. N. C. (2014). Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog untuk Materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur SMA Kelas XI. Jurnal Pendidikan Kimia, 3(2), 7-15.

Sudjana, N. (2008). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryosubroto, B. (1983). SistemPembelajarandenganModul. Yogyakarta : PT. Bina Aksara.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Yerimadesi, Y., Putra, A., & Ririanti, R. (2017). Efektivitas Penggunaan Modul Larutan Penyangga Berbasis Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA SMAN 7 Padang. Jurnal Eksakta Pendidikan (JEP), 1(1), 17-23.